Tampilkan postingan dengan label Rekam Medis Informasi Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rekam Medis Informasi Kesehatan. Tampilkan semua postingan

31/08/16

MENGHITUNG KEBUTUHAN TENAGA KERJA REKAM MEDIS (WISN)


BERDASARKAN METODE WISN KEPMENKES N0 81/2004

I.                   Langkah Pertama : Menetapkan Waktu Kerja Tersedia
A : 6 (Hari Kerja) x 50 (Minggu) = 300 Hari
B : 12 Hari
C : 6 Hari
D : 19 Hari
E : 10 Hari
F :  7  jam kerja/hari    (Allowance 25% x 7 = 1,75 )
   :  7 – 1,75 = 5,25 Jam/Hari

21/08/16

SPO PENYIMPANAN




LOGO

RSUD. STIKES PANAKKUKANG
KOTA MAKASSAR

PENYIMPANAN REKAM MEDIS
No. Dokumen  02.06.17
No. Revisi
 II
Halaman
 1/1

 

PROSEDUR TETAP

Tanggal Terbit :

04 Januari 2016
Ditetapkan :
Direktur Utama,



Hamsah al pasai
13.03.117

1.

PENGERTIAN

Penyimpanan berkas rekam medis adalah berkas rekam medis yang telah diolah disimpan didalam rak penyimpanan.


2

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah penyimpanan dokumen medis aktif

SPO ANALISIS REKAM MEDIS



LOGO

RS STIKES PANAKKUKANG
KOTA MAKASSAR

ANALISA REKAM MEDIS
No. Dokumen  02.06.11
No. Revisi
 I
Halaman
 ½

 

PROSEDUR TETAP

Tanggal Terbit :

04 Januari 2016
Ditetapkan :
Direktur Utama,



Hamsah al pasai
13.03.117

1.

PENGERTIAN

1.1.       Analisa Kualitatif  yaitu  review isi catatan medis untuk mencari inkonsistensi dan isi yang bisa menyebabkan catatan tersebut dianggap tidak tepat atau tidak lengkap.
1.2.       Analisa Kuantitatif yaitu meneliti/menerima kelengkapan jumlah berkas rekam medis apakah sudah lengkap atau belum./ mengidentifikasi area yang tidak lengkap atau tidak akurat.

SPO PENOMORAN REKAM MEDIS





RSUD. STIKES PANAKKUKANG
KOTA MAKASSAR

PENOMORAN REKAM MEDIS
No. Dokumen  02.06.05
No.Revisi
 II
Halaman
 1/2

 

PROSEDUR TETAP

Tanggal Terbit :

04 Januari 2016
Ditetapkan :
Direktur Utama,



Hamsah al pasai
13.03.117

1

PENGERTIAN

Penomoran rekam medis adalah memberikan satu unit nomor rekam medis baik kepada pasien rawat jalan, pasien rawat darurat maupun rawat inap pada saat seorang pasien berkunjung pertama kali ke RS, apakah sebagai pasien rawat jalan, gawat darurat atau pun rawat inap deberikan satu nomor rekam medis yang akan dipakai selamanya untuk kunjungan seterusnya, sehingga rekam medis untuk setiap pasien tersebut hanya memiliki satu nomor.

13/08/16

Contoh Judul KTI ( Laporan Kasus ) Rekam medis

Contoh Judul KTI ( Laporan Kasus ) Rekam medis

Hoola ! Lama tak mengisi blog ini dikarenakan kesibukan yang cukup banyak. Seperti halnya mahasiswa tingkat akhir lainnya, saya tak lepas dari yang namanya kegiatan membuat sebuah karya tulis ilmiah. Dengan waktu yang cukup singkat kita dipaksa untuk menyelesaikan tepat waktu, kira kira cuma satu bulan. Parah ! Nah kali ini agan akan membagikan judul-judul yang sempat kepikiran pada saat masih observasi praktek lapangan di rumah sakit.
Ada 7 kompetensi Perekam Medis. Sebelum kegiatan pengajuan judul, di STIKES Panakkukang ada kegiatan pencabutan (Lot) kompetensi, jadi kita tidak bisa memilih kompetensi sesuai keinginan sendiri. Tapi dilakukan pengundian. Berikut ini beberapa judul yang pernah saya ancang-ancang untuk dijadikan judul:

Kompetensi 1 : Klasifikasi dan Kodefikasi Penyakit dan Masalah Kesehatan dan Tindakan Medis
a.       Penggunaan Kode external cause dalam klaim BPJS Rumah Sakit X
b.      Ketepatan Pelaksanaan Reseleksi kode morbiditas di Rumah Sakit X
c.       Tinjauan pelaksanaan audit koding dalam mencegah Fraud di RS X


Kompetensi 2 : Aspek Hukun dan Etika Profesi

a.       Tinjauan pelepasan informasi kepada pihak asuransi dalam pengklaiman di RS X
b.      Pelaksanaan pemusnahan dalam menjamin kerahasiaan rekam medis di RS X
Kompetensi 3:  Manajemen rekam meedis dan informasi kesehatan
a.       Perbandingan waktu dan ketepatan penyediaan rekam medis  berdasarkan sistem penjajaran SNF dan TDF  di RS X
b.      Tinjauan Peralihan sistem penjajaran SNF ke TDF RS X
c.       Analisis desain formulir dalam menghadapi AKREDITASI KARS
d.   Analisis pelaksanaan pelimpahan  kegiatan sensus harian diruang perawatan kepada rekam medis berdasarkan analisis  Fish bone di RS X

Kompetensi 4 : Menjaga Mutu rekam medis
a.       Analisis faktor duplikasi nomor RM berdasarkan analisis FISH BONE dalam peningkatan mutu pelayanan di RS X 
b.      Pelaksaan audit rekam medis dalam peningkatan mutu rekam medis di RS X

Kompetensi 5 :Statistik Kesehatan
a.       Analisis kesinambungan Laporan Bulanan 1 dengan LPLPO di Puskesmas X
b.      Analisis Ketidakakuratan hasil perhitungan indikator grafik BJ di RS X


Kompetensi 6 : Manajemen Unit Kerja
a.       Pelaksanaan proses staffing (seleksi, rekruitment dan penempatan) di RS X
b.      Pemberian kompensasi finansial dalam upaya peningkatan produktivitas kerja petugas rekam medis di RS X
c.       Persepsi petugas rekam medis terhadap pelatihan kinerja terkait peningkatan kinerja petugas rm di RS X

Kompetensi 7 : Kemitraan profesi
a.       Komunikasi koder dengan verifikator BPJS dalam klaim BPJS RS X
b.      Komunikasi dokter dan koder dalam ketepatan reseleksi kode di RS X
c.       Komunikasi rekam medis dan tenaga kesehatan lainnya terkait kelengkapan RM di RS X

Itulah beberapa judul yang sempat saya pikirkan untuk dilakukan studi kasus di rumah sakit ataupun puskesmas terkait.  Dari beberapa judul diatas, ada dua judul yang menjadi sasaran utama saya sebenarnya. Kedua-dua memiliki kesamaan yaitu kegiatan menganalisis menggunakan metode Fish Bone (Materi kuliah Ibu Pinrakati :D) dua judul itu adalah Analisis faktor duplikasi nomor RM berdasarkan analisis FISH BONE dalam peningkatan mutu pelayanan di RS X  dan Analisis pelaksanaan pelimpahan  kegiatan sensus harian rawat inap kepada rekam medis berdasarkan analisis  Fish bone di RS X. Saya merasa tertarik dan tertantang, karena meetode ini unik dan belum ada senior saya yang menyentuh analisis Fish bone ini dalam penyusunan karya tulis ilmiah.
Sayangnya, pengundian mengantarkan saya pada kompetensi 6 : Manajemen unit kerja dan berjodoh dengan judul : Pemberian kompensasi finansial dalam upaya peningkatan produktivitas kerja petugas rekam medis di RS  Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah cabang Makassar.  Lumayan puas juga dengan judul ini, mengingat masih banyaknya keluhan tenaga kesehatan di indonesia mengenai sistem balas jasa yang dinilai tidak jelas dan terbilang kecil, bahkan banyak yang memiliki penghasilan yang jauh lebih kecil di banding buruh, padahal tenaga kesehatan merupakan tenaga profesional dan untuk menjadi itu butuh biaya “besar!”, Beda dengan buruh. (buruh punya undang-undang mengenai upah minimum mereka, tenaga kesehatan (kecuali dokter) tidak ada), padahalnya lagi, kalau dipikir mengapa hal ini bisa terjadi? Menurut hemat saya, ini dikarenakan kurangnya solidaritas para tenaga kesehatan. Andaikan para tenaga kesehatan melakukan demo untuk pembuatan undang-undang mengenai upah minimun tenaga kesehatan, seperti yang sering dilakukan para buruh, mungkin saja sekarang sudah ada undang-undang itu.
Kembali ke laporan kasus saya, Pokok pembahasan dalam laporan kasus saya berfokus pada ketentuan pemberian kompensasi finansial kepada petugas rekam medis dan implementasinya. Jadi, pembahasannya mengenai bagaimana sistem pemberian balas jasa yang berlaku di rumah sakit, apakah disesuaikan pada sistem pengupahan buruh atau “kesewenangan” rumah sakit saja? Mengingat hal itu tadi, belum ada patokan jelas mengenai sistem pengupahan tenaga kesehatan. Selain itu, pelaksanaan pengupahan ini apakah telah dirasa “cukup”, apakah sistem pengupahan telah mendorong produktivitas tenaga rekam medis, apa sesuai dengan apa yang ditanggung jawabkan, dan masih banyak indikator lainnya yang akan saya bahas. See you next time, kalau sudah di uji, esok hari saya akan publish di blog ini..

#KAMIREKAMMEDIS

13/02/16

SPO / PROTAP JIKA TIDAK TERSEDIA TEMPAT TIDUR YANG DITUJU PASIEN RAWAT INAP


     



PENANGANAN PASIEN
APABILA TIDAK TERSEDIA TEMPAT TIDUR RUANG RAWAT INAP YANG DITUJU

Unit Rekam Medis
No. Dokumen
No. Revisi
Halaman


Standar Prosedur
Operasional
Tanggal terbit



Ditetapkan oleh :
Direktur Rumah Sakit
Stikes Panakkukang Makassar


Hamsah Amd. RMIK
NIP.1303117

06/02/16

RUMUS MEMBUAT VISUAL BASIC- SIRS SEDERHANA



Download Kllik disini



Membuat Grafik Barber Jhonson Mudah Dengan Excel



Instrumen Akreditasi RS 2012 Download

     Pada instrumen akreditasi ini di uraikan sasaran telusur yaitu pimpinan/staf rumah sakit yang akan dilakukan wawancara oleh surveior dan materi telusur yaitu merupakan pokok bahasan pada waktu wawancara tersebut. Di dalam instrumen juga dijelaskan dokumen yang harus dilengkapi oleh rumah sakit yaitu acuan-acuan (Peraturan maupun pedoman perumahsakitan), regulasi yang harus dibuat oleh rumah sakit dan dokumen implementasinya. Dengan melakukan wawancara, observasi pelayanan dan membaca regulasi yang sudah dibuat oleh rumah sakit dan dokumen implementasinya maka surveior akan membuat skoring 0, 5 atau 10 berdasarkan kepatuhan rumah sakit dalam melaksanakan standar. Instrumen akreditasi ini akan di evaluasi..

KLIK DISINI UNTUK MENDOWNLOAD

Download Aplikasi ICD 10 WHO, ICD 10 B. Indonesia, ICD 9 B. Indonesia


      Postingan Kali ini saya akan membagikan Aplikasi ICD 10 WHO dan 2 File Microsoft word : ICD 10 Bahasa Indonesia dan ICD 9 Bahasa Indonesia.  
Download disini

MENUJU ICD 11

ICD (International Classification of Diseases) yang berlaku sekarang adalah revisi 10 edisi 2010.Dari situs resmi WHO sekarang yang tersedia ICD 10 versi online silakan kunjungi ICD 10 online.Tapi perkembangan ICD masih terus berlanjut bahkan di rencanakan tahun 2017 akan di buat ICD 11,pertanyaannya apa yang menarik dari ICD 11.berikut FAQ seputar ICD 11 dan ajakan untuk mengembangkan ICD 10 menuju ICD 11 :

Apa itu ICD ?

Istilah-istilah Kesehatan


BPPRM - BUKU PEDOMAN PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS (Download)

     
        Dalam Proses akreditas Rumah Sakit 2012, pada bagian rekam medis diperlukan beberapa dokumen regulasi dalam mempersiapkan proses akreditasi tersebut, salah satunya adalah Buku Pedoman Penyelenggaraan Rekam Medis atau biasa disebut BPPRM. Silakan download Klik disini

ATURAN KODING RULE MB MORBIDITAS

Aturan Reseleksi Diagnosis MB1-MB5

RULE MB1 :
Kondisi minor direkam sebagai ”diagnosis utama” (main condition),
kondisi yang lebih bermakna direkam sebagai ”diagnosis sekunder”
(other condition).

04/11/15

Standar Pelayanan Rekam Medis dalam Standar Pelayanan Rumah Sakit


STANDAR PELAYANAN REKAM MEDIS
DALAM STANDAR PELAYANAN RUMAH SAKIT


A.    Pokok pengertian
Suatu standar pelayanan Rekam Medis sebuah Rumah sakit yang berguna dalam peningkatan kualitas rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang nyaman, aman dan memuaskan terhadap seluruh pasien. Keberadaan Rekam Medis

15/08/15

PROTAP / SPO / SOP Batas Penyimpanan Rekam Medis Aktif dan Inaktif

Membuat Protap / SPO Rekam Medis (Hamsah, RMIK 013, Stikes Panakkukang Makassar)

 




RSUD.STIKES PANAKKUKANG
MAKASAR
BATAS WAKTU PENYIMPANAN RM AKTIF DAN INAKTIF
NO. DOKUMEN


NO. REVISI

HALAMAN

Prosedur Tetap
Tanggal Terbit
00  Januari 2015
Ditetapkan
Direktur


Hamsah A.Md, RMIK
          Pangkat     :  Pembina Utama Madya


PROTAP / SOP / SPO REKAM MEDIS BAGIAN PEMUSNAHAN

Membuat Protap / SPO Pemusnahan Rekam Medis (Hamsah, RMIK 013, Stikes Panakkukang Makassar)


 





RSUD. STIKES PANAKKUKANG
MAKASAR
PEMUSNAHAN BERKAS REKAM MEDIS
NO. DOKUMEN


NO. REVISI

HALAMAN

Prosedur Tetap
Tanggal Terbit
00  Januari 2015
Ditetapkan
Direktur


Hamsah A.Md, RMIK
                 Pangkat     :  Pembina Utama Madya